Dalam Perpecahan

Dalam Perpecahan

Suasana tajug (mushala kecil) mulai sepi kembali, setelah selesai shalat isya jama’ah yg tdk lebih dr jumlah hari dalam sebulan bubaran. Suara merdu binatang malam menghiasai temaram malam yang langitnya berkerlip-kerlip sedikit gemintang.

Murid: “Guru, dalam masa kekacauan, dimana para ulama saling berbeda pendapat dan diantara para pengikutnya merebak pertikaian, apa yg harus aku lakukan ?”

Guru: “Jangan ikut ribut, jangan bisa ‘ditunggangi’ dan jangan ‘menunggangi’ ”

Murid: “Diantara para ulama yang sedang bertikai, ulama mana yang mesti aku ikuti ?”

Guru: “ikuti ulama yang berperan sebagai penengah, ulama yang berusaha meredam kekacauan, ulama yang berusaha mendamaikan dan ulama yang bicaranya mayor manfaat kpd umat dan minor provokasi kpd perpecahan”.

Murid: “adakah ulama yang seperti itu?”

Guru: “anakku, mereka ada walaupun mungkin sangat sedikit dan dibenci, seandainya tidak ada mereka, manusia mungkin sudah musnah sedari dulu karena pertikaian, perpecahan dan peperangan”.

Murid: “Dimana aku mencari mereka guru?”

Guru: “hmm.. Yang jelas, dimana mereka berada kamu akan merasakan ketenangan yang sebelumnya blm pernah kamu rasakan”.

Murid: “aduhai…”

error: Content is protected !!