Hidup 2

Suasana menjelang sore yang agak mendung manja, diiringi hembusan angin yang berbisik sedikit mesra…

Murid: “Guru, apakah itu hidup ?”
Guru: ” Hidup itu ketika ism-mu mewujud pada dan dalam fi’il-mu”

Murid:”Bagaimanakah caranya agar ism-ku mewujud pada dan dalam fi’il-ku ?”

Guru: “Fahamilah kapan tepatnya kamu dhamah, kapan tepatnya kamu kashrah, kapan tepatnya kamu fathah dan kapan tepatnya kamu sukun.

Fahamilah kapan tepatnya kamu mufrad, tatsniyah, dan jama‘. Kapan tepatnya kamu ghaib atau mukhatab. Kapan tepatnya kamu rafa’, nashab, khafad, dan atau jazm. Kapan tepatnya kamu qasham, ‘athaf, jar, taukid, dan atau muqadimah.

Kamu idealnya mengerti mana dan apa itu makan juga zaman. Kamu mengerti kapan tepatnya jadi khabar dan kapan tepatnya jadi mubtada. Kapan berposisi menjadi kana dan akhwatuha. Kapan berposisi menjadi inna wa akhwatuha. Kapan berposisi menjadi zhana wa akhwatuha.

Dan begitulah seterusnya… Kamu pasti mengerti wahai anakku… “.

Murid:”Pangandika Guru”.

“Kalamuna lafzhun mufidun kastaqim”.

Photo under license of Pixabay.com