Manusiawi

Manusiawi

Potensi 

Manusia memiliki potensi untuk menjadi pengelola alam yang baik. Ketidak-baikan dan keburukan mewujud dalam kehidupan manusia itu karena manusianya sendirilah yang memilih untuk menjadi tidak baik atau menjadi buruk.

Pilihan tersebut berdasarkan banyak faktor, tapi faktor utama adalah pengetahuan atau ilmu. Sedalam, sejauh, atau sedekat apa pengetahuan yang ‘diagem’ maka pengetahuan tersebutlah yang akan membimbing tiap manusia kepada pilihan hidupnya, pilihan matinya, dan pilihan pulangnya.

Sisi Lahir

Diri manusia memiliki sisi lahir yang cenderung lemah, akan tetapi jika manusia mampu menggali kemudian menghidupkan potensi yang ada pada dirinya, maka sisi lahir yang cenderung lemah tersebut akan berubah menjadi sisi lahir dari manusia yang bahkan bisa mencapai level super. Level super yang dimaksud dimana manusia mampu mengatasi atau meminimalisir atau mengelola segala kelemahan yang ada, sehingga kelemahan tersebut tidak lagi menjadi suatu kekurangan yang membuat hidupnya menjadi lemah, akan tetapi malah membuat hidupnya menjadi lebih kuat dan teguh.

Sisi Bathin

Diri manusia memiliki bathin yang cenderung membara, akan tetapi jika manusia mampu menggali kemudian menghidupkan potensi yang ada pada dirinya, maka sisi bathin yang cenderung membara tersebut akan berubah menjadi sisi bathin yang sejuk, menenangkan, menyamankan.

Sejuk kata, sejuk jiwa, sejuk jasmani, sejuk ruhani, sejuk lisan, sejuk tulisan, dan sejuk perasaan. Sehingga segala lisan, tulisan, dan perasaannya membawa kepada ketenangan akal, jiwa, rasa, dan nuansa. Kemudian mampu menempatkan manusia itu sendiri bahkan manusia sekitarnya dan bahkan alam pada suasana yang nyaman dan menyamankan.

Ahsan At-taqwim

Segala potensi yang ada dalam diri manusia jika mampu digali, dihidupkan, kemudian dikelola dengan baik, juga diejawantahkan dalam kebaikan, maka tergenapilah apa itu yang namanya manusia berwujud FI AHSANI TAQWIM.

Sehingga apapun yang ada dan terjadi di atas, di bawah, di luar, di dalam, di kanan, dan di kiri dunia tidak akan mampu menjatuhkannya kepada ASFALA SAFILIN.

Maka jika semuanya yang di atas telah tergenapi terbentuklah, maujudlah, mengejawantahlah susunan partikel pengetahuan yang membentuk variabel wujud jasmani dan wujud ruhani yang kemudian menjadi kasat kata dan memakna dalam esensi eksistensi KHAIRUL BARIYYAH. 

Cheeersss..


Photo from Pixabay.com

error: Content is protected !!