Pengalaman Spiritual

Pengalaman

Pengalaman spiritual tiap manusia itu bisa sama dan bisa juga berbeda-beda. Ada yang mengalaminya dalam mimpi dan ada yang mengalaminya dalam keadaan sadar, ada yang mengalaminya setelah mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan spiritual, ada yang mengalaminya secara tiba-tiba. Ada yang mengalaminya pada waktu-waktu dan keadaan-keadaan tertentu ada juga yang mengalaminya secara acak. Ada yang mengalaminya setelah melakukan sebuah ritual tertentu ada yang mengalami ketika sedang dalam keadaan menjalankan kegiatan seperti biasa dalam kehidupan sehari-harinya. Pengalaman-pengalaman seperti ini dianggap unik dan khusus dalam kehidupan manusia, karena biasanya pengalaman-pengalaman seperti ini diiringi dengan ketidakbiasaan dan disertai keluarbiasaan.

Banyak cerita mengenai ketidakbiasaan dan keluarbiasaan pengalaman yang dianggap dan dikenal sebagai pengalaman spiritual. Beberapa orang yang saya kenal, baik dari keluarga maupun sahabat, menceritakan pengalaman spiritual yang mereka alami.

 

Kakek Tersayang

Pengalaman ini diceritakan almarhum kakek kepada saya ketika masih kecil. Kakek saya adalah seorang militer pada era presiden pertama rebuplik ini. Kakek saya ini seorang yang tampan, tinggi, berbadan tegap, merokoknya kuat sekali, menu makanan yang beliau suka adalah gulai sapi dan gulai ayam, hmm dan sayapun jadi ikut suka makan kedua gulai tersebut. Tampaknya ketampanan saya ini turunan dari kakek saya. Ketika saya masih kecil dan imut, saya bersama ibu tinggal dengan beliau dikampung, sementara ayah saya yang juga menjadi seorang militer pada era presiden kedua republik ini harus menjalankan tugas kemiliterannya ke timor timur.

Di kamar beliau, tempat tidur beliau ini adalah tempat tidur model jadul yang ada lemari kecilnya dibagian atas kepala, di dalam lemari kecil itu ada dua buah benda unik, yang satu seperti pisau berukuran sedang, dengan gagang dan sarungnya yang berwarna biru terang, gagang dan sarungnya itu tidak bercorak, warna birunya seperti bukan warna cat, warna yang tampak sudah sangat lama melekat pada gagang dan sarung tersebut, warna yang tampak licin, tapi ketika dipegang ternyata sangat lengket di tangan. Dan yang satu lagi adalah sebuah benda berukuran sekepalan tangan orang dewasa yang dibungkus oleh kain hitam. Ketika saya pegang dan lihat ternyata benda tersebut adalah sebuah batu hitam. Saya bertanya kepada kakek mengenai kedua benda tersebut, beliau menceritakan bahwa benda pertama yang tampak seperti pisau tersebut dikenal dengan nama badik, benda kedua sang batu hitam yang dibungkus kain hitam beliau menyebutnya dengan sebutan batu wulung. Kedua benda tersebut beliau dapatkan dari sebuah pengalaman yang tidak biasa, ketika beliau sedang menjalankan tugas kemiliterannya.

Pada sebuah tugas beliau mendapatkan kepercayaan memimpin sebuah pasukan yang jumlahnya kurang lebih setingkat regu, ketika sedang terjadi baku tembak, pasukan kakek terdesak dan kemudian terkepung, situasi pada saat itu sangat kecil kemungkinan kakek dan kawan-kawannya selamat, pada saat seperti itu, ketika keyakinan bahwa kematian sudah sangat dekat, biasanya manusia akan sampai pada titik kepasrahan total kepada Yang Maha Kuasa, kakekpun seperti itu, beliau sambil mundur mencari jalan untuk meloloskan diri dari kepungan musuh yang semakin merangsek membobol pertahanan, beliau berdo’a agar beliau dan pasukannya diberikan keselamatan, kakek menemukan tempat berlindung, sebuah batu besar yang bisa dijadikan tempat berlindung dari tembakan-tembakan senapan musuh yang terus menghujani beliau dan kawan-kawannya.

Tiba-tiba dari atas ada sebuah benda yang dengan cepat melesat menuju ke arah kakek dan pasukan, yang menyadari ini hanya kakek sendiri, kebetulan kakek pada saat itu menjaga bagian belakang regu, karena khawatir ada musuh yang menyergap dari belakang. Dan benda yang melesat cepat dari atas tersebut jatuh tepat dihadapan beliau, terkesiap sejenak, lalu seperti terhipnotis kakek langsung mengambil benda misterius tersebut, dan benda yang jatuh itu ternyata adalah dua buah benda, yang satu seperti pisau dengan gagang dan sarung berwarna biru, dan yang satu sebuah batu hitam, tidak banyak berfikir karena memang dalam keadaan menghadapi maut, beliau memasukan kedua benda tersebut ke dalam kantong bajunya.

Berondongan tembakan senapan dan suara merisik tubuh-tubuh musuh menyibak semak yang dari tadi semakin mendekat, tiba-tiba sedikit demi sedikit mulai menjauh dan terus semakin menjauhi kakek dan regunya, dengan perasaan lega dan tanpa pikir panjang kakek dan kawan-kawannya, mempercepat arah mundur menjauhi suara-suara dari pasukan musuh yang juga terus menjauh. Begitulah cerita kakek mendapatkan kedua benda unik tersebut, yang pengalaman tersebut dianggap oleh beliau adalah salah satu pengalaman spiritual beliau yang tak akan terlupakan.

 

Sahabatku Yang Baik

Pengalaman yang tak terlupakan juga diceritakan oleh salah satu sahabat saya, dia bercerita mengenai pengalaman yang dia anggap sebagai pengalaman spiritual. Dia bercerita sering didatangi oleh seseorang, yang kemudian mengajaknya bepergian ke banyak tempat di Nusantara. Menurut yang mengajaknya, dia sedang menceritakan fakta sebenarnya mengenai beberapa sejarah yang ada di Nusantara yang bertentangan dengan sejarah yang diketahui masyarakat umum.

Menurut cerita sahabat saya ini, ketika orang yang mengajak dia berkeliling datang, dia merasakan ruhnya keluar dari tubuhnya, dan sahabat saya ini dapat melihat tubuhnya sendiri yang sedang terduduk, kalau dalam cerita film silat indonesia mirip ketika Prabu Angling Darma meraga sukma. Kejadiannya menjadi unik dan luar biasa, karena sahabat saya ini sadar bahwa dia tidak bermimpi dan tidak sedang tidur. Proses perjalannya dia dibawa terbang oleh orang yang mengajaknya itu, mendatangi banyak tempat di Nusantara dan diceritakan banyak hal mengenai sejarah-sejarah tempat-tempat yang didatanginya itu. Kemudian ketika selesai memberi pengajarannya, sahabat saya kembali dibawa terbang untuk pulang, kemudian kembali ke tubuhnya yang sedang terduduk, kemudian melanjutkan kegiatan yang sebelumnya sedang dilakukan oleh sahabat saya ini. Dan menurut cerita sahabat saya ini kejadian ini sering terjadi secara berulang, datang dengan waktu yang tidak tertentu atau acak, dan dalam keadaan sadar alias tidak tidur. Pengalaman ini menurutnya luar biasa karena dia seperti melakukan dua kegiatan dalam waktu bersamaan dengan dua tubuh yang berbeda akan tetapi dalam satu ingatan dan satu perasaan.

 

Sahabat Kecilku Yang Unik

Mengenai ingatan dan perasaan yang unik juga diceritakan oleh sahabat saya yang lain, bahwa ada seorang anak yang sering bercerita bahwa dia sering bertemu saya (saya yang diceritakan menemani anak ini adalah saya, Jalu Kaba X), sering makan bareng dengan saya, sering belajar bareng dengan saya, sering bepergian dengan saya, sering saling curhat dengan saya, dan lain-lain. Saya bertemu dengan anak ini cuma beberapa kali, jadi dia tahu persis dan hafal benar bahwa memang itu saya. Anak ini dalam kehidupan sehari-harinya adalah anak yang normal, dengan artian anak ini juga sekolah, belajar, nilainya bagus disekolah, yaa normal dan biasa saja seperti anak-anak lain.

Yang unik dan luar biasa dari pengalaman anak ini adalah, saya yang menjadi sahabat dalam kesehariannya itu orang lain tidak dapat melihatnya, hanya dia saja. Katanya selama saya menemaninya saya selalu mengajarkan hal-hal yang baik, selalu ngobrol hal-hal baik, dan tidak mengajak kepada hal-hal yang buruk. Dan ketika saya yang menjadi sahabat ‘halusnya’ ini sedang tidak datang menemaninya, anak inipun tetap berkegiatan seperti anak-anak normal lainnya, seperti sekolah, bermain, makan, belajar di rumah, menemani orang tuanya, dan kegiatan biasa lainnya. Hmm .. Sahabat kecilku yang unik.

 

Yang Penting

Berbagai pengalaman yang tidak biasa, unik atau bahkan luar biasa mungkin banyak manusia yang mengalaminya. Ketika saya menanggapi cerita-cerita seperti itu, saya berkata kepada yang menceritakan pengalaman uniknya, setidak biasa apapun, seunik apapun, dan seluar biasa apapun pengalaman spiritual seseorang yang penting adalah hasil dari pengalaman tersebut, apakah pengalaman tersebut dapat merubah seseorang jadi lebih baik atau tidak, apakah pengalaman tersebut menjadikan seseorang menjadi orang yang lebih bermanfaat dalam kebaikan dikehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat atau tidak, dan yang terpenting pengalaman tersebut tidak menjerumuskannya kepada hal-hal yang merugikan, baik merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Setiap pengalaman, baik pengalaman yang biasa-biasa saja maupun pengalaman yang luar biasa selalu ada hal yang bisa dijadikan pelajaran di dalamnya, pelajaran bagi manusia untuk menjadi lebih baik, lebih berakhlak, lebih beradab, dan lebih manusiawi. Seunik apapun, seaneh apapun, dan seluarbiasa apapun suatu pengalaman selama tidak merugikan diri, keluarga, dan masyarakat maka tidaklah perlu dikhawatirkan. Cheeers… KLepus .. whuUuZz