Sistem Waliyullah

Sistem Waliyullah

Sistematis

Waliyullah atau wakil Tuhan di muka bumi adalah sebuah konsep kesistematisan penjagaan Yang Maha Suci atas manusia. Dimana konsep sistematis ini berada di bawah naungan sifat Kebijaksanaan Yang Maha Kuasa. Dari banyak urutan kepengurusan dalam sistem waliyullah ini, di berbagai belahan dunia ada kelompok atau regu petugas sistem yang bertugas menjaga keseimbangan peradaban di sebuah Negara, untuk Nusantara ada kelompok pelaksana sistem yang bertugas menjaga keseimbangan tatanan peradaban kemanusiaan di Nusantara yang disebut sebagai Kasepuhan (ini istilah dalam bahasa sunda, istilah ini dikenal dengan makna yang sama dalam bahasa-bahasa suku yang ada di Nusantara, dengan makna ‘kelompok yang dituakan’).

Setiap suku, baik yang sedikit jumlahnya maupun yang banyak, mempunyai wakilnya dalam kasepuhan, tiap wakil suku bertugas menjaga keseimbangan tatanan peradaban kemanusiaan yang ada dalam sukunya. Setiap wakil suku dalam sebuah negara mengadakan pertemuan tahunan, laporan pada masa tugas tiap wakil akan dibawa ke majelis besar kasepuhan, dimana dalam majelis tersebut berkumpul 3 (tiga) wakil dari setiap kasepuhan yang ada di dunia, untuk kemudian mengatur apa-apa yang mesti dilakukan agar keseimbangan peradaban manusia di muka bumi tetap terjaga. Majelis besar kasepuhan ini berada dibawah naungan majelis pemimpinan, majelis pimpinan ini di kenal oleh istilah umum dalam bahasa Arab dengan sebutan khilafah ‘ala manhaj Nubuwah, dan dikenal oleh bahasa-bahasa lain yang ada di dunia dengan makna yang searah, yaitu ‘kepemimpinan Tuhan di muka bumi yang dilaksanakan oleh sebuah sistem yang keteraturannya berasal dari pengaturan Tuhan’.

Khilafah

Menurut kasepuhan, Khilafah ‘ala manhaj nubuwah itu sekarang dan dari dulu sudah tegak, jadi tidak perlu ada yang berusaha menegakkannya kembali, siapa khalifahnya sekarang ? Khalifahnya dikenal dengan sebutan Imam Mahdi dalam bahasa Arab, dan dengan sebutan yang semakna dengan itu dalam bahasa-bahasa seluruh dunia, yang semakna dengan ‘seorang pemimpin mumpuni yang sempurna lahir dan bathinnya, yang bersih dari keserakahan dan ketamakan, yang bersih dari segala sifat-sifat negatif, dan terkumpul padanya semua sifat-sifat positif yang pernah dicontohkan para orang-orang suci terdahulu’.

Orang-orang suci terdahulu dari semenjak manusia pertama, sudah membawa bentuk baku dari sistem khilafah ‘ala manhaj nubuwah. Sejak awal mula waktu manusia pertama menjejakkan kaki di muka bumi ini, sejak itulah aturan baku dari sistem khilafah ‘ala manhaj nubuwah diterapkan. Pemerintahan para orang suci dalam menjalankan peradaban kemanusiaaan terus berjalan dari zaman ke zaman, dari pemimpin yang satu berlanjut ke pemimpin yang lain, tidak pernah berhenti. Jika pemimpin sebelumnya wafat maka akan dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya yang telah dipilih oleh Tuhan melalui ‘ilmu-Nya. Setiap pemimpin adalah Imam Mahdi pada masanya dan Imam Zaman pada masanya.

Pemerintahan Imam Mahdi pada masa inipun sedang berjalan, para wakil-wakilnya, di kasepuhan-kasepuhan tetap menjalankan tugas-tugasnya menjaga keseimbangan peradaban umat manusia . Lalu kenapa mayoritas manusia tidak sadar ? Virus zombie, itulah yg membuat mayoritas manusia tidak sadar akan keberjalanan kekhalifahan Imam Mahdi pada masa ini. Seperti apakah penyebaran virus zombie ini dalam peradaban manusia ? Siapakah penyebarnya ? Seperti apakah bentuk virusnya ?. Penyebaran virus ini digambarkan oleh sebuah ayat dalam kitab suci, mereka menyebar dalam aliran darah, penyebarnya menurut ayat dalam kitab suci itu dari golongan jin dan manusia, bentuknya adalah partikel-partikel yang sangat kecil sekali, teknologi yang dikenal manusia umum pada masa ini mungkin belum ada yang sanggup untuk mendeteksinya, partikel yang sangat kecil ini dikenalkan oleh ayat dalam kitab suci dengan sebutan dzarrah.

Wakil-wakil Imam Mahdi pada masa kini dan beberapa waktu yang lalu, di kenal oleh orang muslim dgn sebutan waliyullah dan dikenal oleh umat lain dengan sebutan yg semakna dengan itu. Apakah “jabatan” waliyullah itu hanya khusus buat orang Islam KTP ? Tidak, para waliyullah itu ada yg orang Yahudi, Atheist, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Mormon, Saksi Yehuwa, Kejawen, Sunda Wiwitan, dll .. dll. Mereka menjalankan tugas sesuai arahan dari Sang Imam, secara berkesinambungan dari masa ke masa, dari daerah ke daerah menjalankan kepemerintahan sistem khilafah ‘ala manhaj nubuwah ini dengan sangat rapih, teratur, dan terstruktur. Dari mulai wali-wali kelas atas yang dikenal dalam istilah tasawuf islam dengan sebutan Al-ghaust, hingga para para wali yang dikenal dengam sebutan Autad sebagai penjaga-penjaga pada tiap teritori kedimensian, keduniaan, kenegaraan, kedaerahan, terus dan terus sampai ke wali-wali ‘kecil’ yang bertugas di wilayah lokal.

 

Dzarrah Syarriyah

Kenapa Imam Mahdi tidak terlihat? Karena mata mayoritas manusia pada masa sekarang itu ‘buta’, kebutaan akibat dzarrah buruk yang secara tidak sadar dikonsumsi manusia-manusia dalam kehidupannya sehari-hari, dikonsumsi tiap hari, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun, dan seterusnya dan seterusnya. Imam Mahdi dan ‘istana’ juga ibu kota kekhalifahan beliau itu ada, dan pada sebenarnya terlihat oleh mata telanjang, mungkin malah sering dilewati manusia-manusia umum ketika mereka sedang melaksanakan kegiatan sehari-harinya, akan tetapi karena kebutaan global yang menjangkiti manusia lah, yang membuatnya menjadi tidak terlihat.

Dalam ketidak terlihatannya, atau dikenal dalam istilah syi’ah dengan sebutan ‘ghaibah kubra’, Sang Imam beserta para sahabatnya terus mendidik umat, menjaga keseimbangan perabadan manusia di dunia ini, agar tidak timpang dan hancur luluh lantak. Dalam ketidak-sadaran mayoritas manusia, Sang Imam beserta para sahabatnya dari zaman ke zaman dengan tanpa lelah berusaha terus menjaga, membangun, dan memelihara dunia ini dengan hal-hal yang baik.

Pada mata manusia telah terjadi kebutaan global, begitu pula dengan indera lainnya, akibat dari mengkonsumi dzarrah syarriyah ini seluruh indera manusia telah terjangkiti penyakit kronis, yang mengakibatkan banyak penyakit, dari mulai penyakit fisik hingga penyakit psikologis. Dari sisi fisik, tubuh manusia-manusia sekarang sangat rentan dan lemah, sehingga saking lemahnya banyak bermunculan penyakit-penyakit baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Dari penyakit dengan penampakan yang biasa hingga penyakit yang penampakannya mengerikan. Akibatnya jika dahulu manusia sanggup hidup hingga ratusan tahun bahkan ada yang hidup hingga seribu tahun, untuk zaman ini sampai umur seratus tahunpun sudah hampir mustahil. Dari sisi rohani, dzarrah syarriyah ini membuat jiwa manusia menjadi lemah dan sangat rapuh, sehingga banyak bermunculan penyakit-penyakit jiwa baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dari penyakit jiwa yang masih bisa dimaklumi hingga penyakit jiwa yang sangat sulit dipahami dan mengerikan, yang bahkan dalam kisah khayalan paling sadis dan mengerikanpun penyakit-penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya.

 

Semoga

Dalam keadaan terkepung dengan kesadisan dan kengerian ini, Sang Imam beserta para wakilnya terus berjuang sekemampuan mereka, menjaga keseimbangan peradaban manusia, atau setidaknya menjaga agar peradaban ini tidak musnah, bukan musnah oleh bencana alam atau serangan alien, akan tetapi musnah oleh perbuatan manusia itu sendiri. Di bawah naungan kekhilafahan Sang Imam, kasepuhan Nusantarapun tidak pernah absen menjaga negeri ini, memelihara negeri ini dengan segenap kemampuan mereka, agar Nusantara ini tidak terpecah, hancur dan musnah. Dalam keteraturan sistem waliyullah yang telah ada sejak zaman manusia pertama, para wakil Tuhan ini dari zaman ke zaman dengan penuh patuh kepada Yang Maha Pencipta dan dengan bersih diri dari segala dzarrah syarriyah terus setia menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan bagiannya, sehingga harapan akan masih panjangnya umur peradaban manusia ras ini mungkin masih ada, semoga.

error: Content is protected !!